Advertisement

TERUNGKAP: Ternyata Zaman Soekarno, Rupiah Pernah Dikilo~kan Saking Tidak Laku dan Berharganya

Diposkan oleh Susan Merah

Share on :

SERIAWAN: Tahun ini Indonesia sudah merdeka selama 70 Tahun sejak 1945. Zamanpun berganti dengan berbagai pola kehidupan masyarakat dan juga bergantinya presiden. Namun ada hal yang sedikit mengusik pikiran masyarkat Indonesia di HUT kebangsaan Tahun ini, bagaimana tidak, nilai rupiah semakin melemah dan tembus pada angka Rp. 13.700/ 1 U$D dan ini merupakan angka paling anjlok jika dihitung sejak krisis moneter tahun 1988. Rakyatpun dibuat resah akan hal ini karena hal tersebut berdampak pada naiknya beberapa harga barang pokok dimasyarakat. Disinyalir penyebab dari melemahnya rupiah ini katanya karena saat ini sedang terjadi krisis Perekonomian global yang juga dialami oleh beberapa negara bahkan negara maju di Eropa seperti Yunani.



Seperti dilansir dari Palingseru,  Krisis perekonomian global memang menjadi salah satu masalah yang sulit di atasi. Namun kita masih harus bersyukur walaupun saat ini nilai tukar melemah , namun kecanggihan teknologi dunia semakin meningkat . Tidak seperti pada zaman presiden Soekarno , ada sejumlah cerita jika pada saat itu nilai tukar rumah benar – benar rendah hingga dulu uang rupiah saja pernah dikiloin karena uang rupiah dulu gak berharga dan tidak laku sama sekali.

Cerita ini diungkapkan sendiri oleh Bung Karno dimana pada awal kemerdekaan Indonesia , uang rupiah tidak laku dan tidak berharga sama sekali. Tidak berlakunya mata uang rupiah ini disebabkan akibat dulu penduduk Indonesia masih menggunakan mata uang dari peninggalan Jepang lantaran Pemerintah Indonesia belum berhasil mencetak uang sendiri.

Peristiwa tidak berlakunya mata uang rupiah itupun berlanjut pada tahun 1946. Pada saat itu, Belanda kembali ingin menjajah Indonesia hingga menyebabkan pemerintah Republik dipindah ke Yogyakarta. Presiden Soekarno dalam biografinya itu mengatakan jika dulu mereka menjadi penyambung Lidah Rakyat.

Kami juga tak punya uang. Uang dari zaman Jepang nilainya sudah merosot. Pada hari-hari pertama setelah merdeka, Dr Suharto bertindak sebagai bendahara kami. Dia tidak punya waktu untuk menghitung semua uang yang nilainya merosot itu. Sehingga dia menimbang setumpuk uang kertas dan membagi-bagikannya secara kiloan,” kata Presiden Soekarno dalam biografinya seperti yang dilansir dari Merdeka.com (15/8).

Dengan bermodal mesin cetak tangan, terbitlah Oeang Repoeblik Indonesia yang untuk pertama kalinya di cetak di Yogyakarta. Oeang Republik Indonesia tersebut dibuat dari emas dan diketahui jika mutunya tidak bagus. Sehingga demi mencukupi kebutuhan Republik mereka menjunjung tinggi prinsip barter. Hingga dengan semangat dan keberanian sejumlah pengawal Republik  ini yang berhasil menembus lapangan udara dan pelabuhan hingga membuat uang rupiah kini menjadi mata uang sah milik Indonesia.

Kami tidak mempunyai apa-apa sebagai penjamin uang cetak itu, kecuali sebuah mesin cetak tangan. Tak seorang pun di luar negeri yang mau menerima mata uang itu. Belanda memberi julukan raja penyelundup bagi AK Gani, tetapi rakyat Indonesia mengenalnya sebagai menteri perekonomian,” kata Soekarno.

Nah, itulah cerita awal munculnya mata uang Rupiah. Sekarang kita yang hidup di negara sudah Merdeka, harus lebih pintar lagi mengatur keuangan dan politik negri untuk menanggulangi masalah krisis ekonomi dan menjadikan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA DIBAWAH INI:




Tanda Panah | Khamardos Blog Kata Ahok: Indonesia Sudah 70 Tahun Merdeka, Tapi Akan Maju Kalau Jokowi Menjabat Dua Periode
Tanda Panah | Khamardos Blog Kata Ahok: "Heran, Mencuri Uang Rakyat Sudah Membudaya di Indonesia dan Dianggap Wajar"
Tanda Panah | Khamardos Blog DIJAMIN!!!Kamu Nggak Akan PERCAYA Berapa Biaya Untuk Nikahi Elly Sugigi,CEK DISINI
Tanda Panah | Khamardos Blog GEGER,Saat USG Bayinya BERUBAH Jadi IBLIS,Ibu Hamil JANGAN LIHAT,,,Ini FOTONYA


susan merah -
SERIAWAN Updated at : 07.08.00

{ 0 komentar... or add one}


Poskan Komentar